BETTER OFF WITHOUT HEART, struggling with HEART, HAVE divine blessing.

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter
  • rossi memorable photos while in Indonesia

    haaaa,,, cool .. photos when rossi come to Indonesia, many recordings that funny ..(koplak). It just sort of joke stress reliever. safely enjoy ...

  • our BECAK

    BECAK is OUR FRIENDLY ENVIRONMENT. In indonesia, Indonesian Call this "BECAK" ...

  • 10 accidents of the most famous formula 1.

    EIf talking about Formula 1, certainly not out of security talks about the race car with super high speed. Why Ayrton Senna (San Marino GP 1994) which crash visible light, was more fatal than a collision Robert Kubica (GP Canada 2007) that seems far more terrifying? Here are 10 of the many deaths in the history of Formula 1 that "establish" security Formula 1 today. ...

Twitter

Tampilkan postingan dengan label Hernia. Tampilkan semua postingan

HERNIA, Jangan Dianggap SEPELE!


Kirim Teman | Print Artikel
Hernia, sering dialami laki-laki ketimbang perempuan

Namanya terkesan indah. Bisa-bisa kita membayangkan seorang wanita cantik. Padahal hernia itu nama gangguan kesehatan yang umumnya diderita pria. Meski kebanyakan menyerang manula, ia juga bisa terjadi pada anak-anak. Oleh khalayak ramai, hernia dikenal sebagai turun berok atau burut.

Pak Jaya, 51 tahun, datang ke dokter mengeluh ada benjolan sebesar telur puyuh di lipat paha sebelah kanan. Benjolan itu keluar kalau ia berdiri, batuk-batuk, dan sehabis buang air besar, dan menghilang di pagi hari. Setelah diperiksa, ternyata Pak Jaya menderita hernia. Dokter pun menganjurkannya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah.

Nama penyakit ini berasal dari bahasa Latin, herniae, yang berarti penonjolan isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah (defek) pada dinding rongga itu. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.

Hernia dibedakan atas beberapa jenis. Penamaannya disesuaikan menurut letaknya. Hernia inguinalis adalah hernia yang terjadi di lipat paha. Jenis ini merupakan yang tersering dan dikenal dengan istilah turun berok atau burut. Bila terjadi di paha disebut hernia femoralis, di pusar dinamai hernia umbilikalis, dan di sekat rongga badan dijuluki hernia diafragmatika.

Selain itu, ada jenis hernia insisional, yakni yang terjadi setelah suatu pembedahan. Karena setelah pembedahan biasanya kekuatan jaringan tidak seratus persen kembali seperti semula, daerah itu kemudian menjadi lemah dan dapat mengalami hernia.

Otot dinding rongga perut melemah

*
Masyarakat awam menyangka, hernia merupakan gangguan kesehatan hanya pada kalangan estewe (setengah tua) atau usia lanjut.

Padahal, sebenarnya hernia dapat juga terjadi pada anak-anak. Ia juga lebih sering dialami laki-laki ketimbang perempuan. Ini terjadi karena adanya perbedaan proses perkembangan alat reproduksi pria dan wanita semasa janin. Pada janin laki-laki, testis (buah pelir) turun dari rongga perut menuju skrotum (kantung kemaluan) pada bulan ketujuh hingga kedelapan usia kehamilan. Lubang yang berupa saluran itu akan menutup menjelang kelahiran atau sebelum anak mencapai usia satu tahun. Ketika dewasa, daerah itu dapat menjadi titik lemah yang potensial mengalami hernia.

Penderitanya sering mengeluhkan adanya benjolan yang tidak nyeri namun cukup mengganggu. Seberapa jauh mengganggunya, tergantung seberapa besar penonjolannya. Penonjolan muncul karena adanya kelemahan anatomis pada otot dinding perut menimbulkan penonjolan di tempat yang lemah tadi. Kondisi menjadi lebih parah bila ada dorongan akibat peningkatan tekanan di dalam rongga perut. Misalnya, akibat mengejan ketika buang air, batuk-batuk, atau mengangkat beban berat.

Menurut dr. Rudi Hartanto, dokter spesialis bedah, pada bayi dan anak-anak, hernia merupakan keadaan bawaan sejak lahir (kongenital) dan berisi cairan. Jadi bukan hernia inguinalis pada umumnya yang berisi bagian usus. Hernia pada anak-anak terjadi karena hubungan antara rongga perut dan kantung kemaluan, yang merupakan tempat testis bergerak turun dari rongga perut ke kantung kemaluan ketika anak masih dalam kandungan, tetap ada.

Pada orang dewasa, hernia terjadi karena dua faktor utama.

Pertama, adanya otot dinding rongga, misalnya perut, yang lemah. Kedua, dorongan yang menyebabkan tekanan di dalam rongga perut meningkat. Biasanya hernia pada orang dewasa ini terjadi pada usia lanjut, karena pada umur tua otot dinding rongga perut melemah. Sejalan dengan bertambahnya umur, organ dan jaringan tubuh mengalami proses degenerasi. Pada wanita, kegemukan juga dapat memungkinkan timbulnya daerah yang lemah. Keadaan-keadaan itu, jika ditambah dengan faktor kedua tadi, dapat mengakibatkan usus terdorong ke dalam "daerah perbatasan" yang lemah tadi dan menonjol ke luar.

Pendapat lain menyatakan, kebiasaan merokok, penyakit yang mengenai jaringan ikat, dan penyakit gula (diabetes melitus) juga dapat mempengaruhi timbulnya hernia. Ketiganya berkaitan dengan gangguan metabolisme pada jaringan ikat.

Hernia ringan bisa bersifat reponibel, yaitu bagian usus yang keluar dapat masuk kembali ke rongga perut jika penderita berbaring atau didorong sendiri oleh penderita. Yang celaka bila hernia sudah masuk ke tahap selanjutnya, yang ireponibel. Pada tahapan ini isi hernia yang keluar tidak bisa masuk kembali meskipun didorong dari luar.

Kita juga perlu waspada jika cincin hernia berdiameter kecil. Pasalnya, bila sudah ada usus yang keluar, dengan tekanan rongga perut yang bertambah, bagian usus dapat keluar lebih banyak lagi dari lubang itu. Bila terus berlanjut, bisa menjadi hernia inkaserata, yakni bagian usus yang terjebak tidak dapat kembali. Atau menjadi hernia strangulata karena usus yang terjebak tadi dapat mengalami pembusukan dan mati karena tidak mendapat pasokan darah.

Lebih baik segera dioperasi

*
Hernia pada orang dewasa sebaiknya ditangani sedini mungkin. Bila didiamkan dan bertambah parah, nyawa bisa jadi taruhannya.

"Terapinya tak ada jalan lain, kecuali operasi," dr. Rudi menegaskan. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan. Karena penyebabnya keadaan anatomi yang melemah atau mengalami kelainan, pembedahan memang menjadi satu-satunya terapi.

Pembedahan untuk menangani hernia ini termasuk tindakan bedah yang sering dilakukan. "Operasi penderita hernia merupakan tindakan bedah kedua tersering setelah operasi usus buntu (apendisitis)," ujar dr. Rudi yang berperawakan tinggi dan ramah

Pada orang dewasa, pembedahan dilakukan untuk menutup lubang dan memperkuat bagian yang lemah. Otot perut dirapatkan menutupi lubang yang ada. Pada zaman baheula, operasi dilakukan dengan menempatkan penderita dalam "posisi Trendelenburg" (kepala di bawah) agar isi hernia masuk kembali ke rongga perut oleh gaya gravitasi Bumi.

Pembedahan dapat dilakukan terencana, tidak harus segera. Khusus untuk hernia inkarserata dan strangulata, tindakan operasi harus segera dilakukan. Bila tidak, bagian isi hernia yang terjepit lalu membusuk dan bisa menjadi sumber infeksi ke seluruh dinding usus (peritonitis). Akibat yang lebih buruk adalah kematian bagi penderitanya.

Setelah operasi, semuanya jadi beres? Belum tentu. Penderita biasanya masih mengeluh soal lain. Setelah operasi ia merasakan bagian yang dioperasi seperti tertarik dan nyeri.

Untuk mengatasi keluhan tadi, kini tersedia jala sintetis yang dikenal dengan mesh. Penggunaannya menguntungkan bagi penderita pascaoperasi, karena otot perutnya tidak lagi ditarik, sehingga penderita tidak akan merasa nyeri.

Selain tindakan bedah konvensional, kini juga ada terapi dengan teknik bedah laparoskopi. Keuntungan teknik ini antara lain, luka operasinya kecil sehingga penyembuhannya pun lebih cepat. Namun, teknik ini lebih rumit dan lebih mahal. Celakanya, hasil yang diperoleh dinilai tidak begitu maksimal, sehingga para dokter lebih memilih teknik biasa.

"Pada anak-anak, sebelum anak mencapai usia satu tahun, biasanya belum dilakukan tindakan. Diharapkan, lubang akan menutup sendiri mengikuti pertumbuhannya," tambah dokter lulusan Belgia ini. "Namun, jika setelah berusia satu tahun, lubang masih terbuka, dokter akan menganjurkan operasi. Kalau dibiarkan, lubang dapat bertambah besar. Ketika anak mulai berjalan dan beraktivitas, lubang tadi dapat terus membesar akibat dorongan terus-menerus. Akibatnya, tidak hanya cairan yang keluar, usus pun dapat keluar, sehingga berlanjut menjadi hernia." Pada anak-anak, tindakan hanya ditujukan untuk menutup lubang.

Jangan sampai kambuh

*
Penderita hernia pascaoperasi bisa mengalami kekambuhan. Bila kekambuhan terjadi dalam beberapa bulan atau setahun, hal ini mungkin merupakan akibat dari pembedahan yang dilakukan.

Namun, bila kekambuhan terjadi setelah dua tahun atau lebih, tampaknya terjadi kelemahan fasia yang progresif. Hati-hati bila kekambuhan terjadi berulang. Kemungkinan hernia berkembang menjadi hernia inkarserata dan strangulata menjadi lebih besar.

Untuk mencegah kekambuhan, penderita harus menghindari hal-hal yang dapat meninggikan tekanan di dalam rongga perut, misalnya batuk dan bersin yang kuat, konstipasi (sembelit), mengejan, serta mengangkat barang berat. Misalnya, untuk menghindari batuk-batuk yang persisten, kalau ia perokok sebaiknya berhenti merokok. Jangan sampai ia harus mengejan, kalau ada kesulitan buang air kecil atau besar, sebaiknya segera berobat dan diatasi dulu. Kalau pekerjaan penderita sering menuntut dirinya mengangkat beban berat, sebaiknya ia minta dipindahtugaskan. Pada wanita yang kegemukan, dianjurkan untuk mengurangi bobot badan.

Terapi nonbedah berupa pemakaian penopang (truss) hanya bersifat menunjang, sama sekali tidak memperbaiki hernia itu, apalagi menyembuhkan. Cara ini diperuntukkan bagi penderita yang menolak operasi atau, karena keadaan yang tidak memungkinkan, tidak dapat dioperasi. Namun, untuk penderita yang menolak operasi, perlu dijelaskan bahwa keadaan penyakitnya dapat berlanjut dan akhirnya tetap diperlukan operasi. Pada keadaan lanjut itu, operasi akan menjadi lebih sulit, apalagi kalau sampai isi hernia tidak bisa dikembalikan ke tempat asalnya atau membusuk.

Jadi, dalam memandang hernia sebagai suatu penyakit, yang penting adalah penanganan secara dini dan pencegahan risiko lebih lanjut. (Intisari)


A hernia occurs when the contents of a body cavity bulge out of the area where they are normally contained. These contents, usually portions of intestine or abdominal fatty tissue, are enclosed in the thin membrane that naturally lines the inside of the cavity. Although the term hernia can be used for bulges in other areas, it most often is used to describe hernias of the lower torso (abdominal-wall hernias).

Hernias by themselves may be asymptomatic (produce no symptoms), but nearly all have a potential risk of having their blood supply cut off (becoming strangulated). If the blood supply is cut off at the hernia opening in the abdominal wall, it becomes a medical and surgical emergency as the tissue needs oxygen which is transported by the blood supply.

Different types of abdominal-wall hernias include the following:

* Inguinal (groin) hernia: Making up 75% of all abdominal-wall hernias and occurring up to 25 times more often in men than women, these hernias are divided into two different types, direct and indirect. Both occur in the groin area where the skin of the thigh joins the torso (the inguinal crease), but they have slightly different origins. Both of these types of hernias can similarly appear as a bulge in the inguinal area. Distinguishing between the direct and indirect hernia, however, is important as a clinical diagnosis.


o Indirect inguinal hernia: An indirect hernia follows the pathway that the testicles made during fetal development, descending from the abdomen into the scrotum. This pathway normally closes before birth but may remain a possible site for a hernia in later life. Sometimes the hernia sac may protrude into the scrotum. An indirect inguinal hernia may occur at any age.


o Direct inguinal hernia: The direct inguinal hernia occurs slightly to the inside of the site of the indirect hernia, in an area where the abdominal wall is naturally slightly thinner. It rarely will protrude into the scrotum. Unlike the indirect hernia, which can occur at any age, the direct hernia tends to occur in the middle-aged and elderly because their abdominal walls weaken as they age.


* Femoral hernia: The femoral canal is the path through which the femoral artery, vein, and nerve leave the abdominal cavity to enter the thigh. Although normally a tight space, sometimes it becomes large enough to allow abdominal contents (usually intestine) to protrude into the canal. A femoral hernia causes a bulge just below the inguinal crease in roughly the mid-thigh area. Usually occurring in women, femoral hernias are particularly at risk of becoming irreducible (not able to be pushed back into place) and strangulated. Not all hernias that are irreducible are strangulated (have their blood supply cut off ), but all hernias that are irreducible need to be evaluated by a health-care provider.


* Umbilical hernia: These common hernias (10%-30%) are often noted at birth as a protrusion at the bellybutton (the umbilicus). This is caused when an opening in the abdominal wall, which normally closes before birth, doesn't close completely. If small (less than half an inch), this type of hernia usually closes gradually by age 2. Larger hernias and those that do not close by themselves usually require surgery at age 2-4 years. Even if the area is closed at birth, umbilical hernias can appear later in life because this spot may remain a weaker place in the abdominal wall. Umbilical hernias can appear later in life or in women who are pregnant or who have given birth (due to the added stress on the area).


* Incisional hernia: Abdominal surgery causes a flaw in the abdominal wall. This flaw can create an area of weakness in which a hernia may develop. This occurs after 2%-10% of all abdominal surgeries, although some people are more at risk. Even after surgical repair, incisional hernias may return.


* Spigelian hernia: This rare hernia occurs along the edge of the rectus abdominus muscle, which is several inches to the side of the middle of the abdomen.


* Obturator hernia: This extremely rare abdominal hernia develops mostly in women. This hernia protrudes from the pelvic cavity through an opening in the pelvic bone (obturator foramen). This will not show any bulge but can act like a bowel obstruction and cause nausea and vomiting. Because of the lack of visible bulging, this hernia is very difficult to diagnose.


* Epigastric hernia: Occurring between the navel and the lower part of the rib cage in the midline of the abdomen, epigastric hernias are composed usually of fatty tissue and rarely contain intestine. Formed in an area of relative weakness of the abdominal wall, these hernias are often painless and unable to be pushed back into the abdomen when first discovered.

Hernia, atau yang lebih dikenal dengan turun berok, adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut. Penderita hernia, memang kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak. Kebanyakan penderitanya akan merasakan nyeri, jika terjadi infeksi di dalamnya, misalnya, jika anak-anak penderitanya terlalu aktif.

Berasal dari bahasa Latin, herniae, yaitu menonjolnya isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada dinding rongga. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.

Hernia yang terjadi pada anak-anak, lebih disebabkan karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Sementara pada orang dewasa, karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan karena faktor usia yang menyebabkan lemahnya otot dinding perut.

Penyakit hernia banyak diderita oleh orang yang tinggal didaerah perkotaan yang notabene yang penuh dengan aktivitas maupun kesibukan dimana aktivitas tersebut membutuhkan stamina yang tinggi. Jika stamina kurang bagus dan terus dipaksakan maka, penyakit hernia akan segera menghinggapinya.

Berdasarkan terjadinya, hernia dibagi atas :

* hernia bawaan (kongenital)
* hernia yang didapat (akuisita)

Berdasarkan letaknya, hernia dibagi menjadi

* hernia diafragma yaitu menonjolnya organ perut kedalam rongga dada melalui lubang pada diafragma (sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut).
* inguinal
* umbilical yaitu benjolan yang masuk melalui cincin umbilikus (pusar)
* femoral yaitu benjolan di lipat paha melalui anulus femoralis.

Sedangkan menurut sifatnya, ada hernia

* reponibel ; bila isi hernia dapat keluar masuk.
* hernia irreponibel ; bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga
* hernia akreta ; jika tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus akibat perlekatan tersebut.